Setandan Pisang Pengganti Bunga Buat Calon Pacar

25 08 2006

Ditempat kerjaku yang dulu ada satu teman wanita cantik anggap saja namanya Astuti yang cukup akrab dengan saya. Banyak rekan2 priya satu kantor yang pada naksir pada minta bantuan saya bagaimana cara mendekatinya.

Suatu ketika ‘pas’ acara ngumpul ‘kongkow-2’ saya cerita ngegossip dan membual. Saya ceritakan bahwa saya pernah datang kerumah Astuti, dan disana, waktu disana saya ngobrol ditemenin ayahnya. Saya ceritakan bahwa ayahnya ini seneng sekali sama buah pisang raja dan buah lain dia nggak suka oleh karenanya seluruh keluarganya ikut2an menyukai buah pisang. Sehingga ketika saya bertamu disuguhin makanan yang bahannya serba pisang. Mulai dari kue pisang, kolak pisang, pisang molen, pisang goring, pisang rebus dan juga buah pisang segar sebanyak 3(tiga) sisir diatas meja tamu. Pokoknya saya ceritakan bahwa satu meja tamu penuh dengan makanan yang serba pisang. Saya juga menceritakan dari sekian banyak makanan yang ada dimeja yang paling disukai ayahnya Astuti justru buah pisang yang masih segar. Kemudian juga saya ceritakan ketika sambil ngobrol cerita kesana-kemari, ayahnya Astuti ini tidak henti2nya selalu sambil makan buah pisang yang sampai saat saya ijin mau pulang ternyata pisang yang sudah dihabiskan hampir 3 sisir pisang karena yang tesisa  tinggal 3 buah padahal saya hanya makan 2 buah”

Rupanya salah satu kawan saya, anggap saja si Marjono bukan nama sebenarnya, agak terpengaruh dengan cerita gossip saya tadi. Marjono ini orangnya cukup ganteng , macho dan perlente, cuma agak lugu (maklum asalnya dari Desa) dan saya tahu bahwa dia sangat mendambakan untuk bisa menjadikan Astuti jadi pacarnya.

Entah bagaimana ceritanya, suatu hari saya ketemu Astuti disebuah kantin, segara saja tangan ditarik diajak duduk dibangku panjang disebelahnya.

Saya tidak bisa membayangkan bentuk expressi wajahnya yang sudah kecampuran kesal, cuma yang saya ingat kata2nya saja yang mengadu. Kalau dibahasakan model sekarang:

“Pleeeaase, deh…. Masak si Jono kemarin datang kerumahku aku dibawain pisang raja 1(satu) tandan. Oleh-oleh  untuk ayahku katanya, aku ya agak setengah bingung …. Ya kok kebetulan pas lagi banyak tamu dirumahku  saudara2ku lagi pas kumpul … ya terus jadi bahan guyonan … merasa aneh aja.  – malu aku!“

“Hah…” saya melongo tidak bisa ngomong apa-apa, setengah tidak percaya dan hampir keceplosan ketawa ngakak.

Kalau teringat cerita itu saya jadi geli,  tersenyum sendiri sukur nggak ketawa terpingkal-pingkal, adalah kalau membayangkan badannya yang macho, perlente keren abis, kacamata ‘rayban’ turun dari mobilnya yang Hardtop lha..kok… sambil memanggul / membawa pisang 1 tandan, nyebrang jalan didaerah Tebet menuju Rumah calon pacar.  (“kok ya nekad bener..”)

Lha iya.. mestinya datang kerumah calon pacar kan idealnya membawa bunga, Lha  si Jono ini kok malah membawa pisang satu tandan .. walah walah.. kok ya nekad tenan  tho .. Jon, Jon..!

(“Mestine .. dolin nduk omahe calon pacar, iku lhak kudu nggowo kembang ngono – mosok malah digawakno gedhang sak tundun ?? – oohalaah  Jon, Jon sek  gobloge  lan nekad temen kon iki.”)

So, Bayangkan sendiri!


Actions

Information




%d bloggers like this: