KELEDAI MEMBACA

14 08 2006

Ini hanyalah sebuah dongeng, adalah seorang raja bodoh Timur Lenk namanya yang selalu ingin belajar menjadi bijaksana, tapi tidak mau kalau dibilang bodoh. Suatu hari sang raja menghadiahi seorang bijaksana dinegerinya yang agak konyol perilakunya namanya Nasrudin seekor keledai.

Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi kemudian sang Raja Timur Lenk  berkata melanjutkan, (sebenarnya Sang Raja ingin tahu sampai dimana ilmunya Nasruddin) “Ajari keledai itu membaca. Dan dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.” Nasrudin menyanggupinya dan berlalu, setelah berselang dua minggu kemudian ia kembali ke istana.

Begitu tahu Nasruddin datang dengan keledainya, tanpa banyak bicara, sang Raja Timur Lenk langsung menunjuk ke sebuah buku besar. Tahu maksudnya Nasrudin kemudian menggiring keledainya kearah buku yang ditunjukkan, dan segera membuka sampulnya. Kemudian si keledai langsung menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

“Demikianlah,!” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah selesai dan bisa membaca.” Sang Raja Timur Lenk agak penasaran dan mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?” Terus Nasrudin berkisah, “dua minggu yang lalu sesampainya di rumah, aku langsung siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai  ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas sang Raja Timur Lenk tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”

Nasrudin menjawab dengan tenang, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.!!” (Hmmm…!)

Sang Raja Timur Lenk melongo “….. ?????!!!!”

(Diambil dari kisah-kisah perjalanan para Sufi)


Actions

Information




%d bloggers like this: