MIMPI KEMATIAN

10 08 2006

Kematian adalah suatu tragedi kehidupan yang paling mengenaskan bagi umat manusia, sekaligus juga peringatan agar umat manusia ingat, bahwa sebagai umat manusia sebenarnya kita ini juga ngantri dan tunggu giliran.  

Dalam budaya Jawa, sebenarnya kematian sudah pernah dikaji dan dipercayai bahwa sebelum waktu kematian tiba, katanya manusia sudah dapat merasakan atau mengetahui saat kedatangannya. Meskipun banyak agama menyatakan, kematian merupakan rahasia Tuhan yang tidak dapat diketahui oleh manusia. Tetapi percaya – tidak percaya, para leluhur orang Jawa sudah membuat satu teori mengenai kematian. Salah satunya yaitu melalui mimpi, yang contohnya akan saya ceritakan berikut ini.

Adalah sebuah keluarga pak Sarkun, sepasang suami istri dari keluarga keturunan Jawa yang dikaruniai seorang anak dan tinggal disebuah perkampungan yang cukup padat. Sang suami pak Sarkun ini agak sedikit modern, masalah mimpi ini dia kurang mempercayainya dan dianggapnya tahayul.

Pada suatu malam anaknya tiba-tiba bangun dari tidurnya sambil menangis seperti orang ketakutan sambil mengadu,

“Aku mimpi !  Mbah Kakung  yang di Kediri meninggal” katanya

“Halah cuma mimpi saja kok ditangisi… sudah hayoo tidur lagi” kata Pak Sarkun menghibur.

Begitu pagi-pagi semua sudah pada bangun, ada interlokal telepon dari
Kediri yang mengatakan bahwa, bapaknya Pak Sarkun meninggal dunia, kena serangan Jantung.

“Ah.. kebetulan itu, wong sakit jantungnya juga sudah lama.” pikir pak Sarkun dalam hati.

Minggu depannya, juga tengah malam anaknya yang sedang enak-enaknya tidur tiba-tiba terbangun lagi, sambil menangis menjerit-jerit,

“Aku ngimpi, Mbah Putri meninggal!…..” kata anaknya

“Sudahlah…, percaya sama Bapak… itu tadi cuma mimpi, hayo cepat tidur lagi.” Pak Sarkun menghibur lagi.

Paginya, ada lagi telepon dari Kediri yang mengatakan Ibu nya Pak Sarkun jatuh kepleset di kebon, kepalanya kena batu, Meninggal.

“Apa bener tho.. yang dikatakan mimpi?!” pak Sarkun mulai agak ragu-ragu dalam hati. Tapi masih juga tidak percaya.

“Halaah.. wong sudah tua, berjalan saja juga sudah sempoyongan” pikirnya kemudian dalam hati.

Dua minggu kemudian, kejadian yang sama terjadi lagi, anaknya seperti terperanjat lagi dari tidurnya sambil menangis jerit-jerit ketakutan bangun dan memeluk Pak Sarkun.

“Aku mimpi, bapakku meninggal!…” kata anaknya.

“Sudah, sudah… hayo tidur lagi. Jangan percaya sama mimpi..”seperti biasanya pak Sarkun menghibur anaknya agar tidur lagi.

Begitu anaknya sudah tidur kali ini gantian pak Sarkun yang tidak bisa tidur. Hatinya mulai gelisah bertanya-tanya, matanya ketap-ketip, ketar-ketir, mukanya pucat ketakutan.

“Jangan-jangan saya mati besok pagi… apa bener?!” Pikirnya dengan gelisah.

Sampai pagi pak Sarkun hanya duduk saja bengong diteras rumah, bahkan ketika pagi-pagi istrinya pamitan mau pergi belanja kepasar tidak digubrisnya, sambil sesekali memukuli keningnya dengan tangannya.

Pak Sarkun hatinya sungguh-sungguh gelisah dan takut seolah-olah seperti merasakan menunggu saat-saat kematiannya, sampai kemudian dia dikejutkan melihat istrinya pulang dari pasar menangis menjerit-jerit, sambil lari memeluk suaminya pak Sarkun..

“Lho..ngapain kamu pulang dari pasar tiba-tiba menangis ‘kaya’ orang kesetanan..!” Tanya pak Sarkun kemudian agak bingung.

“Ooohalaah Pak, pak…itu lho tukang roti langgananku di pasar Mati!” kata istrinya sambil terisak.

Pak Sarkun, hanya mlongo, bengong, juga ngenes….?!!!

Bayangkan!

(diolah kembali dari humor bahasa jawa ala Surabaya +dhitos+)


Actions

Information




%d bloggers like this: