PEREMPUAN MASA KINI, SEBUAH FENOMENA

18 10 2006

Disepanjang sejarahnya perempuan telah banyak berjuang untuk mendapatkan hak-haknya melalui emansipasi katanya. Tapi yang kita lihat sekarang, ternyata mereka seolah kembali  terjerumus ke dalam penjajahan modern emansipasi itu (betulkah ??) Perempuan menganggap dirinya merdeka yang tanpa dirasakan malah terjebak ketika meng-eksploitasi diri terhadap kemerdekaannya.

Sehingga kemudian iapun dianggap biang kerok krisis moral bangsa ini  buktinya, mulai kasus pornografi, komersialisasi seks, pamer tubuh (iklan), tarian erotis, dan banyak hal lagi yang sasaran utama dan umpannya adalah perempuan. (lihatlah tayangan2 malam media televisi kita yang banyak meng-eksploitasi sexualitas perempuan)

Benarkah perempuan sekarang telah lupa akan hakekat dirinya, hanya menonjolkan kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya. Dimanakah essensinya sebagai seorang manusia? Lantas apa yang dapat diharapkan dari para perempuan seperti ini?

Yang demikian ini idealnya merupakan salah satu tugas perempuan yang sadar sebagai anggota masyarakat untuk kembali mengingatkan sesama kaumnya yang tersesat. Karena lisan perempuan akan lebih dapat mengena ke dalam sanubari sesama mereka dibanding lisan pihak lain (laki-laki), untuk mengembalikan identitas mereka sebagai manusia.

Dengan kondisi seperti ini, perempuan yang sadar idealnya adalah wajib memiliki tugas untuk menjelaskan kembali fungsi norma-norma agama untuk menghantarkan manusia menuju kebahagiaan hakiki (sesuai agama masing-masing). Perempuan yang tercerahkan harus mengingatkan saudara-saudara mereka akan peran dan tugas yang dipikul perempuan, baik melalui pendekatan, media, pelatihan, dan cara lainnya. Tugas ini akan berhasil jika dilakukan oleh perempuan itu sendiri dari pada yang tugas ini diserahkan kepada laki-laki, karena adanya persamaan sesama perempuan yang dimiliki, yaitu sebagai perempuan yang sama-sama memiliki kekuatan emosional dan akal.

Harus kita sadari bahwa yang namanya perempuan itu dapat menjadi sumber daya yang jitu untuk memperbaiki sebuah masyarakat. Disamping itu, iapun dapat juga menjadi sarana jitu untuk merusak dan menghancurkan sebuah masyarakat.

Untuk itulah diperlukan peran-peran perempuan yang sadar untuk ikut serta dalam membentuk masyarakat religius sesuai dengan keyakinan spiritualnya masing-masing sehingga kondisi semacam pro dan kontra RUU APP bisa menemukan titik tengahnya.

Ada yang ingin menambahkan ??  “ Please…”

About these ads

Actions

Information




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: